Home Sosial Sastrawan Minangkabau Iyut Fitra Wafat, Dunia Puis...
Sastrawan Minangkabau Iyut Fitra Wafat, Dunia Puisi Berduka
Sosial

Sastrawan Minangkabau Iyut Fitra Wafat, Dunia Puisi Berduka

B

Bakar

Penulis Berita

27 Apr 2026

57 views

PAYAKUMBUH, 27 April 2026 — Langit sastra Minangkabau terasa redup. Penyair asal Payakumbuh, Iyut Fitra, berpulang pada Senin (27/4/2026) pukul 15.26 WIB di RSUP Dr. M. Djamil setelah menjalani perawatan intensif. Ia tutup usia dalam perjalanan panjang pengabdian terhadap dunia literasi.


Lahir pada 16 Februari 1968, Iyut Fitra dikenal sebagai penyair yang setia merawat kata-kata—menjadikannya jembatan antara realitas sosial dan nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau. Dari tangannya lahir berbagai karya puisi yang tidak hanya indah secara bahasa, tetapi juga dalam makna dan kedalaman rasa.


Sejumlah karya yang pernah dihasilkan almarhum antara lain kumpulan puisi “Tanah yang Terluka”, “Langit Tak Lagi Biru”, “Catatan dari Kampung Sunyi”, hingga puisi-puisi lepas yang kerap dipublikasikan di berbagai media dan forum sastra. Karya-karya tersebut banyak mengangkat suara-suara kecil masyarakat, kegelisahan zaman, serta kecintaan pada kampung halaman di Payakumbuh.


Bagi rekan-rekan sesama seniman, Iyut Fitra bukan sekadar penyair. Ia adalah suara yang jujur, yang menulis tanpa pretensi, yang menjadikan puisi sebagai ruang perlawanan sekaligus pelukan bagi kehidupan.


Kepergian Iyut Fitra meninggalkan ruang hening yang sulit tergantikan. Kata-katanya kini abadi, tetapi sosoknya telah kembali kepada Sang Pencipta. Dunia sastra kehilangan satu lagi penjaga rasa—seorang yang menulis bukan untuk dikenal, melainkan untuk mengingatkan.
, doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai penjuru, menjadi tanda cinta terakhir bagi penyair yang telah mengajarkan bahwa kata-kata bisa menjadi rumah bagi siapa saja yang kehilangan arah.
Selamat jalan, Iyut Fitra. Puisimu akan tetap hidup, bahkan ketika suaramu telah diam.

Bagikan: