Home Lingkungan Galugua kabupaten 50 kota terancam!!!
Galugua kabupaten 50 kota terancam!!!
Lingkungan

Galugua kabupaten 50 kota terancam!!!

B

Bakar

Penulis Berita

30 May 2026

13 views


Awalnya hanya satu gerukan alat berat, berdiri Ekskavator di tengah aliran sungai hutan hijau yang tenang. Dianggap sebagai simbol kemajuan dan kekayaan. Namun lambat laun, keberadaannya menjadi preseden. Satu demi satu lobang digali bermunculan, menjamur tanpa kendali. Hutan Galuguah dan aliran sungai yang dulu jernih dan lestari kini terkikis pelan-pelan oleh ambisi dan kepentingan investasi.

Kekayaan alam yang diwariskan leluhur terdesak oleh alat berat yang selalu bekerja. Keindahan alam dijual, hasil bumi di rampas, tergeser, dan suara masyarakat lokal maupun petani makin tak terdengar.

Kenapa pemerintah Kabupaten 50 Kota gagal secara nyata dalam penanganan kasus ini. Burung Pipit mengabarkan Pengawasan ketat yang katanya dari pemerintah, kami Curiga apakah ternyata pemerintah dan tokoh masyarakat sendirilah dalang dibaliknya ini?

puluhan alat berat masih bebas beroperasi sidak ke Galuguah, menjadi sorotan kamera, janji penertiban, semua terdengar meyakinkan. namun anehnya, hari kemudian saat pihak kepolisian kabupaten 50 kota, bersama aparat lainnya turun razia, yang berhasil dibakar cuma seromoni, bahkan disebut sudah tidak beroperasi. publik pun mulai bertanya, ke mana penambang dan alat beratnya. Yang aktif yang sebelumnya terlihat jelas di sungai itu? apakah memang hilang secara tiba-tiba, Sungguh ajaib?.

Atau jangan-jangan operasi memang selalu datang setelah lokasi lebih dulu dibersihkan? karena masyarakat hari ini tidak lagi mudah percaya dengan seremoni penindakan, kalau yang dibakar hanya promolitas kosong.

sementara tambang aktif tetap berjalan,
itu bukan pemberantasan.
itu lebih mirip pertunjukan rutin berkedok penegakan hukum. peti terus memakan korban, sungai rusak, lingkungan hancur,
tapi pola penindakannya tetap sama.
sidak, dokumentasi, bakar simbolis, lalu selesai. pertanyaannya sekarang sederhana, apakah ini benar-benar perang melawan tambang ilegal di Limapuluh Kota?.

atau sekedar agenda agar publik melihat bahwa aparat masih terlihat bekerja
selain resiko? Lalu sekarang masyarakat mengadu pada siapa? Alamnya di rampas sungainya di garuk apakah ini bentuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten 50 Kota.

Apakah itu yang adil, Kebijakan pemerintah bukan hanya soal kertas dan wacana, tapi keberpihakan pada mereka yang menjaga bumi Kabupaten 50 Kota tetap hidup. para warga dan pemerintah adalah keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian begitupun kesejahteraan, alam ini untuk saling kita jaga.bukan dibiarkan di tebang dan di gali merampas hasil buminya dan mengotori sungainya.

Tulisan ini bukan sekadar dokumentasi Cerita melainkan perjalanan, dan tangis nyata warga kabupaten 50 kota, juga menjadi pengingat bahwa Kabupaten 50 Kota bukan hanya tentang tempat pariwisata, alamnya sekuk dan damai  melainkan juga tentang tanah, tradisi, dan para petani yang selama ini menjaga keseimbangan alamnya dari tangan yang durhaka.


Penulis: Indra Adrismel

Bagikan: